Wajib Waspada! Ternyata Orang-orang Seperti Ini Lebih Disukai Nyamuk

Pernahkah bertanya-tanya kenapa Anda lebih mudah diserang nyamuk ketimbang orang lain? Tentu bukan karena ‘dendam’ setelah teman-temannya disemprot obat anti-nyamuk, tapi memang ada beberapa kondisi yang membuat Anda lebih mudah digigit nyamuk. 

Menurut penelitian tahun 2004 yang diterbitkan dalam Journal of Medical Entomology, orang dengan golongan darah O lebih ‘disukai’ nyamuk ketimbang mereka dengan golongan darah A. 

Meski para peneliti belum menemukan alasan ilmiah kenapa mereka dengan golongan darah O lebih disukai nyamuk, tapi fakta penelitian tahun 2019 yang dilakukan di Sri Lanka berhasil memperkuat hasil penelitian tersebut. 

Selain karena faktor golongan darah, berikut beberapa alasan lainnya kenapa Anda lebih mudah diserang nyamuk ketimbang orang disekitar. 

  • Ukuran Tubuh Lebih Besar

Salah satu alasan nyamuk lebih suka menyerang Anda dibanding orang sekitar adalah ukuran badan yang lebih besar dari kebanyakan orang disekitar ternyata dapat meningkatkan resiko diserang nyamuk. Bukan hanya kepada orang yang mengalami obesitas atau orang dengan berat badan berlebih, masalah ini kerap menimpa orang dengan badan yang tinggi.

Masalah ini disebabkan karena orang yang bertubuh besar akan menghasilkan lebih banyak karbondioksida saat bernafas, salah satu komponen yang bisa menarik kedatangan nyamuk. Faktanya, nyamuk dapat mencium karbon dioksida dari jarak 50 meter lewat organ maxillary palp.

  • Sedang Hamil

Masih berhubungan dengan produksi karbondioksida. Selain badan yang besar, wanita hamil ternyata menghasilkan karbon dioksida yang lebih banyak ketimbang kondisi normal sehingga lebih beresiko diserang nyamuk. 

Selain faktor produksi karbondioksida, faktor suhu tubuh Ibu hamil yang lebih tinggi jadi salah satu faktor kenapa Ibu hamil lebih mudah diserang nyamuk. Sebagai informasi, suhu tubuh yang lebih tinggi akan menghasilkan keringat yang lebih banyak dan dapat mengundang kedatangan nyamuk. 

  • Kolesterol Tinggi

Sama seperti karbondioksida, aroma dari kolesterol dinilai sangat menarik bagi nyamuk. Masalah ini bukan hanya terjadi pada mereka dengan kandungan kolesterol tinggi, tapi juga terjadi pada orang dengan metabolisme tinggi sehingga lebih cepat dalam memproses kolesterol.

Hal ini terjadi karena hasil metabolisme kolesterol berpeluang besar tertinggal di permukaan kulit yang dapat mengundang kedatangan nyamuk. Kondisi yang sama akan menimpa kepada orang dengan kadar steroid yang tinggi di permukaan kulitnya.

  • Bau Badan dan Asam Urat

Bukan rahasia lagi jika nyamuk sangat tertarik dengan aroma asam dari keringat, terlebih bagi mereka yang mengalami masalah bau badan. Bagi nyamuk, aroma amonia dan asam laktat merupakan aroma yang sangat menarik dan lebih ‘lezat’ untuk dihisap.

Hal yang sama berlaku bagi mereka dengan penyakit asam urat, atau mereka yang memproduksi zat asam dalam jumlah banyak. Aroma asam yang dikeluarkan oleh penderita asam urat dianggap lebih menarik sehingga akan membuat nyamuk mengerubutinya. 

  • Warna Pakaian

Anda pasti sering mendengar mitos yang menyebut pakaian hitam lebih menarik dimata nyamuk ketimbang warna putih. Faktanya, bukan hanya warna hitam, nyamuk akan tertarik kepada warna-warna gelap, seperti hijau, biru gelap dan lainnya. 

Belum ada fakta ilmiah yang dapat menjelaskan fenomena ini. Beberapa pakar beralasan karena warna gelap lebih mudah menyerap dan menyimpan panas sehingga nyamuk menyukainya, ada juga yang menilai warna gelap disukai karena sesuai dengan habitat atau tempat persembunyian favoritnya.

Terlepas dari faktor-faktor tersebut, ada beberapa cara untuk mencegah gigitan nyamuk, diantaranya dengan mengenakan pakaian yang tertutup, atau mengoleskan lotion anti-nyamuk seperti Soffell sebelum beraktivitas di tempat yang dicurigai dihuni banyak nyamuk.

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *